Posted on

Pamer Harga Tas Hermes Nagita Slavina Rp231 – 306 Juta

Nagita Slavina

Nagita Slavina belakangan ini menjadi sangat terkenal terutama setelah menikah dengan Raffi Ahmad. Berbagai stasiun televisi Indonesia berramai-ramai menampilkan kedua pasangan ini, baik dalam acara-acara musik maupun acara reality show. Nagita Slavina imej-nya dikenal sebagai wanita yang sederhan, tidak suka pamer tas-tas mahal seperti artis-artis lainnya. Dalam kenyataannya Nagita tetap seorang wanita yang tentunya menyukai barang-barang mewah dan mahal seperti layaknya wanita lainnya. Ternyata Nagita menyimpan dan mengkoleksi tas-tas mahal bermerek terkenal.

Banner Tas Makara GBO untuk Promosi

Beberapa waktu lalu Nagita memaparkan tentang sepatu yang dipakainya yang ternyata produk luar yang harganya sangat luar biasa mahalnya dan kini istri dari Raffi Ahmad itu menunjukkan barang brandednya.

Barang yang ditunjukkan kali ini oleh ibunda Rafathar Malik Ahmad itu adalah sebuah tas dengan merek yang sangat terkenal yg juga banyak dipakai oleh kalangan selebritis Indonesia, yaitu Tas Hermes.Nagita tidak menyebutkan nominal harga tasnya tersebut, tetapi dilihat dari modelnya diperkirakan harganya mencapai $18500, jika dikonversikan ke Rupiah sekitar 231 juta Rupiah.. WOW.. sebuah angka yang sangat fantastis untuk sebuah aksesoris.

Harga Tas Hermes Nagita Slavina Rp231 Juta
Harga Tas Hermes Nagita Slavina Rp231 Juta

Yang lebih mencengangkan lagi jika kita tahu harga tas mewah Nagita yang lainnya yang tak kalah mahalnya dengan tas tadi. Salah satu tas mahal lainnya, ibu satu anak ini memiliki tas Hermes juga dengan model yang lain. Tas yang kedua ini harganya jauh lebih mahal, jika dilihat dari modelnya diperkirakan harga tas Hermes Nagita Slavina ini adalah $24500, jika dikonversikan ke rupiah sekitar 306 juta rupiah. Wow.. yang kedua kali.. :)

Harga Tas Hermes Nagita Slavina Rp306 Juta
Harga Tas Hermes Nagita Slavina Rp306 Juta

Walaupun demikian Nagita Slavina tetap menjaga imejnya untuk tetap tampil sederhana walaupun memiliki dan mengkoleksi barang-barang mahal dan terkenal. Nagita Slavina tidak seperti  artis-artis lainnya, sebut saja Bella Shofie yang sangat dikenal dengan pamer-pamer barang branded.


 

Tombol klik di sini Makara GBO

 

Posted on

Kasus Penipuan Tas Merk Hermes Harga 950 juta, Devita dituntut 3 Tahun Penjara

Margaret Vivi sosialita tas

detik. Margaret Vivi seorang sosialita cantik merasa kaget teman bisnisnya Devita divonis 3 tahun penjara. Devita dituntut dengan dakwaan penipuan kepada Margaret Vivi dalam jual beli tas Hermes Rp 950 juta.

Margaret Vivi mengaku belum tahu berita divonisnya Devita. “Ah masa?¬† Saya jujur belum tahu berita itu,” ujar Vivi saat dikonfirmasi, Jumat (17/9/2015).

Sebelumnya, Sosialita dan juga pengusaha otomotif serta hotel ini biasanya selalu hadir dalam sidang kasus penipun tas Hermes Rp. 950 juta. Tetapi pada sidang penuntutan kemarin dia disibukan dengan urusan meeting perusahaanya. Vivi pada sidang penuntutan kemarin tidak hadir karena dirinya sibuk mengurus perusahaanya.  Kasus Penipuan Tas Merk Hermes Harga 950 juta, Devita dituntut 3 Tahun Penjara.

Kasus Penipuan Tas Merk Hermes Harga 950 juta, Devita dituntut 3 Tahun Penjara

Vivi mengatakan, “Saya kemarin dari pagi meeting sampai sore di Jakarta. Malam tadi saya ke Bandung. Jadi belum lihat berita”.

Kekerabatan Margaret Vivi dan Devita retak pada tahun 2013 karena Vivi merasa ditipu oleh Devita hingga harus berurusan dengan pengadilan. Vivi mengakui bahwa Devita merupakan rekan bisnisnya yang sudah kenal sejak lama. Mereka berdua sudah kenal hampir 7 tahun.

Margaret Vivi merasa cukup shock mendengar berita divonisnya Devita, “Saya sudah lama kenal Ping-ping (panggilan Devita), saya dengar kabar ini cukup shock”.

Margaret Vivi tidak masalah dengan uang Rp 450 juta yang diduga ditilep oleh Devita. Vivi hanya ingin memberi pelajaran kepada Devita dalam kasus ini. Vivi merasa memiliki empati kepada Devita ketika dirinya tahu bahwa rekan bisnisnya dituntut 3 tahun.

Mengakhiri percakapan, Vivi berujar “Mana ada orang yang tega melihat orang dipenjara, setiap orang itu ingin hidupnya damai”.