Posted on

10 Tas Wanita Branded Kulit Buaya yang Kontroversial

tas wanita branded kulit buaya web

10 tas Wanita Branded Kulit Buaya yang Kontroversial.
Industri mode dan PETA seringkali tidak bersahabat. Kontroversi kerap terjadi antara PETA dan desainer karena masalah pemanfaatan hewan sebagai material utama busana atau aksesori. Satu yang jadi fokus PETA hingga saat ini adalah material kulit buaya yang diambil sebagai bahan baku tas seharga ratusan juta hingga miliaran rupiah. Masalahnya, dari data yang dikumpulkan Bloomberg terungkap jika permintaan akan tas kulit buaya mewah ini meningkat 10 persen dari tahun sebelumnya.

Kulit buaya juga sangat menguntungkan karena bisa dijual dengan harga 30 kali lebih tinggi dari jenis kulit lainnya. Terlepas dari kontroversinya, berikut adalah 10 brand ternama dunia dengan karya tas kulit buaya seharga mobil mewah:

1. Louis Vuitton
Tas terbaru dikeluarkan Louis Vuitton di akhir tahun ini. Tas bernama City Steamer terbuat dari kulit buaya dan dikemas dalam warna kulit yang terkesan feminin. Bagian padlock atau gembok, juga tag nama berhias logo LV warna emas di atasnya. Tas ini dijual US$ 55.000 atau sekitar Rp 754 jutaan. Harga fantastis untuk sebuah tas yang bahkan melebihi mobil baru keluaran Mercedes Benz seri CLA-Class yang seharga Rp 600 jutaan.

10 Tas Wanita Branded Kulit Buaya yang Kontroversial
http://wolipop.detik.com/read/2015/11/26

2. Hermes
Hermes menjadi salah satu brand yang dikenal dengan koleksi tas kulit buaya berharga fantastis. PETA bahkan pernah merilis sebuah video yang membuktikan kekejaman pada buaya sebagai bahan pembuatan tas mewah asal Paris ini. Dari data PETA, dibutuhkan tiga buaya untuk satu tas mewah Hermes. Tas-tas itu pun bisa dijual sampai US$ 100.000 atau sekitar Rp 1,3 miliaran.

10 tas Wanita Branded Kulit Buaya yang Kontroversial Hermes
wolipop.detik.com/read/2015/11/26

3. The Row
Duo desainer di balik label The Row, Mary-Kate dan Ashley Olsen merilis debut tas kulit buaya dalam bentuk ransel di tahun 2011. Tas seharga US$ 39.000 atau Rp 534 jutaan itu menjadi salah satu koleksi favorit dari The Row dan masih dapat dibeli hingga saat ini. Salah satunya dijual di situs belanja Saks Fifth Avenue.

10 tas Wanita Branded Kulit Buaya yang Kontroversial The Row
wolipop.detik.com/read/2015/11/26

4. The Row
Sukses dengan penjualan tas ransel kulit buayanya di tahun 2011, kembar Olsen mengeluarkan edisi eksklusif lainnya dengan ransel itu. Mereka berkolaborasi dengan seniman Damien Hirst setahun setelahnya, dan mendesain 12 tas ransel kulit buaya berhias polkadot warna-warni atau pil dan tablet. Tas itu dijual lebih mahal lagi, yaitu US$ 55.000 atau sekitar Rp 750 jutaan dan kini habis terjual.

10 tas Wanita Branded Kulit Buaya yang Kontroversial The Row 2
wolipop.detik.com/read/2015/11/26

5. Fendi
Fendi memiliki koleksi tas kulit buaya berharga fantastis lainnya. Sebuah tas tangan yang dinamakan 3Jours Alligator Shopper dijual US$ 34.000 atau Rp 466 jutaan.

10 tas Wanita Branded Kulit Buaya yang Kontroversial Fendi 1
wolipop.detik.com/read/2015/11/26

6. Saint Laurent
Brand satu ini dikenal dengan koleksi seharga selangit, apalagi setelah dipegang oleh creative director Hedi Slimane. Tak hanya busana, tas pun dijual ratusan juta rupiah. Salah satunya tote bag Saint Laurent’s Sac De Jour Small Alligator seharga US$ 33.500 atau Rp 459 jutaan.

10 tas Wanita Branded Kulit Buaya yang Kontroversial Saint Laurent 1

7. Valentino
Valentino merilis tas tangan kulit buaya dengan tiga warna yang menarik atensi. Namanya adalah Tricolor Crocodile Satchel Bag yang dijual US$ 30.045 atau Rp 412 jutaan.

10 tas Wanita Branded Kulit Buaya yang Kontroversial Gucci

8. Bottega Veneta
Tas kulit buaya berikutnya datang dari brand Bottega Veneta. Tas bernama Edoardo Soft Crocodile Fume Roma Bag dijual US$ 29.600 atau Rp 405 jutaan. Namun Bottega juga mendesain tas yang sama dengan material kulit sapi yang dijual lebih murah, yaitu US$ 3.450 atau Rp 47 jutaan.

10 tas Wanita Branded Kulit Buaya yang Kontroversial Bottega Veneta

9. Ralph Lauren
Desain tas kulit buaya Ralph Lauren dikemas klasik dalam model bucket dan dilengkapi ornamen padlock warna emas di tengahnya. Tas ini juga dipadukan bersama kulit sapi sebagai pegangan tas dan dijual US$ 29.500 atau Rp 404 jutaan.

10 tas Wanita Branded Kulit Buaya yang Kontroversial Ralph Lauren
wolipop.detik.com/read/2015/11/26

10. Gucci
Dibanding beberapa desainer sebelumnya, brand high-end Gucci menawarkan harga yang lebih murah untuk koleksi tas kulit buaya bernama Jackie. Model tas bucket itu dijual US$ 22.000 atau Rp 301 jutaan. Brand asal Italia ini juga memiliki beberapa versi tas lainnya, yang dibuat dari kulit sapi seharga Rp 39 juta, sedangkan terbuat dari suede hanya Rp 31 jutaan.

10 tas Wanita Branded Kulit Buaya yang Kontroversial Gucci

Posted on

Harga Tas Branded Louis Vuitton Lebih Mahal dari Mobil Mercedes

10 Tas Wanita Branded Kulit Buaya yang Kontroversial

wolipop.detik.com (Kamis, 26/11/2015 10:39 WIB). Tepat waktu di akhir tahun ketika pecinta mode mengeluarkan banyak uang untuk berbelanja, Louis Vuitton mengeluarkan tas terbarunya. Bukan koleksi biasa dengan monogram LV, melainkan tas kulit termahal saat ini dibandingkan rumah mode mewah lainnya. Harga Tas Branded Louis Vuitton Lebih Mahal dari Mobil Mercedes.

Tas ini terbuat dari kulit buaya, dan dijual US$ 55.000 atau sekitar Rp 754 jutaan. Harga fantastis untuk sebuah tas yang bahkan melebihi mobil baru keluaran Mercedes Benz seri CLA-Class yang seharga Rp 600 jutaan.

Tas tampil dalam warna nude di seluruh permukaannya. Tas juga dilengkapi tali panjang yang bisa dilepas-pasang. Logo khas LV pun terpasang di sana sebagai ornamen gembok dan tag nama.

Harga Tas Branded Louis Vuitton Lebih Mahal dari Mobil Mercedes
Selain LV, masih banyak pula desainer lainnya yang merilis tas dengan harga yang membuat mata berair. Salah satu yang paling terkenal adalah koleksi tas kulit dari Hermes. Salah satu tas Birkin-nya dibuat dari kulit buaya alligator, harganya bisa mencapai US$ 100.000 atau sekitar Rp 1,3 miliaran.

Penggunaan kulit hewan sebagai bahan dasar tas mewah masih mengundang kontroversi dan perlawanan hingga saat ini, terutama dari asosiasi pelindung binatang seperti PETA. Kulit-kulit buaya itu dihargai sangat mahal karena proses pengerjaannya yang juga sulit untuk mendapatkan kulit sempurna. Ditambah lagi harus membunuh hewan-hewan itu untuk dapat mengulitinya, membuat nyawa tampak tak berarti dibanding uang yang dihasilkan dari penjualan tas tangan mewah dari desainer ternama dunia.

Belum lama ini PETA juga pernah merilis video yang menunjukkan proses mengerikan di balik pembuatan tas Hermes. Buaya-buaya itu dipotong dan digantung. Mereka dibiarkan tinggal tanpa melihat matahari atau air bersih. Yang menyedihkan, menurut Bloomberg justru permintaan akan tas kulit buaya mewah ini meningkat 10 persen dari tahun sebelumnya. Tas itu juga sangat menguntungkan karena bisa dijual dengan harga 30 kali lebih tinggi dari jenis kulit lainnya.